Semua manusia telah berdosa (Rom. 3:23) dan upah dosa itu adalah maut (Rom. 6:23). Dengan kata lain, manusia yang tidak mau menerima pengampunan yang diberikan Tuhan Yesus, kelak akan menderita di alam maut. Tuhan Yesus menggambarkan alam maut itu sebagai kegelapan yang paling gelap dan dipenuhi ratap dan kertak gigi. (Mat. 8:12)
Tetapi, banyak manusia yang tidak yakin akan adanya penderitaan di alam maut. Mereka berkata: “Kalau sudah mati, api neraka itu tidak terasa lagi.” Karena mereka menganggap manusia hanya terbuat dari daging, sehingga penderitaan manusia hanya penderitaan daging. Pandangan ini membuat manusia tidak perduli dengan alam maut, sehingga tidak membutuhkan pengampunan dari penguasa atas alam maut itu.
Renungan ini akan menuntun kita untuk memahami, bahwa penderitaan di alam maut bukan penderitaan tubuh jasmani, tetapi penderitaan tubuh rohani. Untuk memahami penderitaan tubuh rohani ini, akan dijelaskan terlebih dahulu tentang tubuh manusia seutuhnya.
Tubuh Manusia Seutuhnya
Alkitab mencatat: ” Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.” [1Kor. 15: 44]
Menurut ayat di atas, manusia terdiri dari dua tubuh, yaitu: tubuh alami atau tubuh jasmani dan tubuh rohani. Penjelasan ini sesuai dengan penciptaan manusia pertama.
Ketika TUHAN menciptakan manusia, TUHAN terlebih dahulu membentuk tubuh jasmani manusia. Bahan yang digunakan TUHAN untuk membentuk tubuh jasmani itu adalah bahan alami, yakni debu tanah. Kemudian TUHAN memberikan nafas hidup, sehingga manusia itu hidup. [Kej. 2:7] Sumber nafas hidup itu adalah TUHAN, sedang TUHAN adalah Roh [Yoh. 4:24], maka nafas hidup itu adalah roh.
Alkitab juga mencatat: “ Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna ..” [Yoh. 6:63]
“ … apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.” [Maz. 104: 29].
Kedua ayat di atas menegaskan, bahwa rohlah yang membuat manusia hidup. Berarti, nafas hidup yang ditiupkan TUHAN itu adalah roh. Dengan demikian dapat disimpulkan, manusia terdiri dari tubuh jasmani dan tubuh rohani .
Apa yang terjadi pada tubuh jasmani manusia, seperti itu juga yang terjadi pada tubuh rohaninya. Jika tubuh jasmani dapat menderita, maka tubuh rohani juga dapat menderita. Dengan kata lain, ada dua penderitaan yang dialami manusia, yaitu penderitaan tubuh jasmani dan penderitan tubuh rohani.
Penderitaan Tubuh Jasmani
Jika kaki seseorang tertusuk duri, ia akan kesakitan. Jika jari-jari seseorang terjepit pintu, ia akan kesakitan. Dalam hal ini, yang menderita sakit adalah tubuh jasmaninya. Kesakitan inilah yang disebut dengan penderitaan tubuh jasmani. Penderitaan tubuh jasmani akan berakhir saat manusia mati, karena tubuh jasmani akan kembali menjadi debu tanah.
Penderitaan Tubuh Rohani
Tubuh rohani berasal dari TUHAN yang kekal, maka keberadaannya pun kekal. Oleh karena itu, meskipun tubuh jasmaninya sudah mati, tubuh rohaninya tetap hidup. Tubuh rohani inilah kelak yang menderita di neraka, jika tidak menerima keselamatan dari Tuhan Yesus.
Apakah tubuh rohani dapat menderita?
Manusia dapat menderita meskipun tidak ada sesuatu yang berbenturan dengan tubuh jasmaninya. Misalnya, ada seseorang dimaki-maki dan dikutuki oleh seorang saudaranya melalui telepon. Akibatnya, ia menderita sakit hati terhadap saudaranya itu. Tidak ada bagian tubuh jasmaninya yang dicederai saudaranya itu, karena mereka berhubungan hanya melalui telepon. Tetapi ia tetap merasa sangat sakit. Karena tubuh jasmaninya tidak ada yang disakiti oleh saudaranya, maka dapat dipastikan bahwa yang sakit adalah tubuh rohaninya! Tubuh rohaninya terluka, ditusuk oleh kata-kata makian dan kutuk yang diucapkan saudaranya itu.
Penutup
Dapat disimpulkan, penderitaan manusia ada dua, yaitu penderitaan tubuh jasmani dan penderitaan tubuh rohani.
Penderitaan tubuh jasmani akan berakhir jika ia sudah meninggal, karena daging akan kembali menjadi tanah.
Sedang tubuh rohani manusia kekal adanya, maka penderitaan tubuh rohani akan berlangsung selamanya jika ia tidak diselamatkan oleh Tuhan Yesus, pencipta alam semesta.
Oleh karena itu, buanglah pemahaman: “ Kalau sudah mati, api neraka itu tidak terasa lagi. ” Buanglah anggapan bahwa manusia hanya terbuat dari daging, sehingga penderitaan manusia hanya penderitaan daging. Pikirkanlah masa depan tubuh rohanimu, dengan cara merendahkan hati menerima pengampunan yang diberikan Tuhan Yesus bagimu. Pengampunan telah ditawarkan Tuhan Yesus, kita tinggal mengulurkan tangan menerima pengampunan itu dan menyerahkan tubuh rohanimu kepada Tuhan Yesus. Dengan demikianlah tubuh rohanimu beroleh keselamatan, dibebaskan dari hukuman kekal di alam maut.
S’lamat di tangan Yesus , aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
dari neg’ri mulia: damai sejahtera.
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya aku bahagia. (KJ 388)
Hupuji holong ni rohaMu, oh Tuhan Jesus rajangki. Tu Ho hulehon ma tondingku, ai i do pinangidoMi … BE no. 9
(… kepadaMu kuserahkan rohku, karena itu yang Engkau inginkan.. )
Tuhan Yesus memberkati. (BLT)

